21 Februari 2008

TRAGEDI MALAM JUM’AT

Hari kamis malam sekitar jam 8 aku pulang kuliah, di depan pintu gerbang udah menunggu ortu yang menjemput. Sebelum kami pulang kami ngambil duit dulu buat perbaiki rumah soalnya loteng kamarku rubuh dikarenakan atapnya bocor. Setelah ngambil duit kami gak langsung pulang mampir dulu beli minum.


Nah disinilah musibah dimulai, kami mau belok kekanan udah dikasi lampu sen dari jauh tentulah kami berhenti buat mendahulukan mobil dari depan, setelah itu mobil maju pelan dan kepala mobil udah berbelok kekanan gak taunya dari dari depan tiba-tiba motor melaju kencang, entah melamun dia ngerem dan tak terkendalikan lagi motornya itu. Akhirnya motornya tergelincir langsung menghantam mobil kami. Spontan lah kami marah karena mobil udah berbelok dan dia gak melihat mobil dari jauh. Emosi kami ditambah naik karena empunya motor banyak diam gak ada respon ditambah kami dituduh bersalah dan tak bertanggung jawab oleh masyarakat setempat.


Tanpa pikir panjang daku telpon polisi buat menjadi juru damai. Tapi pikiran kami salah yang semula kami hanya mengganti pengobatan, dan pengendara motor itu setuju. Tapi apa yang terjadi malah kami yang harus mengganti kerusakan motor sebesar Rp 350.000,- di kantor polisi untung aja penggantian kerusakan motor gak
ditambah uang pengobatannya itu.


Tapi untungnya mobilku gak begitu parah rusaknya. Ya yang namanya mobil lama gak selamanya dampak negatif ada juga positfnya apa itu???? Bagian tempat penyangkut bemper depan ternyata terbuat dari besi keras skali jadi yang penyok cuma bemper depannya aja yang penyangkutnya itu gak penyok ( jangankan penyok lecet pun enggak) pantaslah motor yang menabrak kami itu rusak parah dan kerusakannya mungkin lebih dari Rp 350.000,-. ( jadi makin chayaaaannnkkk aku ama kijang BK 701 EB hehehe)